Hot Idea

Blog EntryWasiat Diri?Jul 16, '08 7:00 AM
for everyone

Wasiat Diri?

 

Awalnya aku hanya berfikir “akan meninggalkan apa ketika kematian telah datang”

“dikenang anak, cucu, sahabat, kerabat, bahkan semua manusia bumi ?”

“atau dibenci, dilupakan, dicaci sampai kematian pun menjadi berkah semua manusia?”

 

Aku, tak bisa menjawab!

Hanya bisa berlari dengan ilusi

Terbang ke aras masa yang belum pasti

Mengandai-andai, meraba, mencari celah, menerobos, menancapkan bendera “kemenangan”

Dalam sebuah tujuan hidup

 

Aku hanya sesekali bertanya pada diri

Kadang dari kita bertanya:

Mau kemana?

Dengan siapa?

Berbekal apa?

Wasiat diri apa yang tertinggalkan?

 

Kini, saat sebuah jawaban

Awal harus menemukan akhir

Putih yang bertemu hitam dan hitam bertemu putih

Lahir yang bertemu mati karena mati adalah kalahiran

 

Aku hanya berkaca pada diri

Membaca langkah yang telah berlalu bersama debu

Tak mau menggapai khayal yang tertabalkan di dinding malam

Untu bergerak menggapai jawaban

Ada sebuah nyata di depan mata

 

Rama Prabu

Bandung, 15 Juli 2008

 

Mungkin Anda Punya Wasiat Istimewa?


Blog EntrySajak Chairil Anwar (1943)Jun 25, '08 9:42 PM
for everyone

Diponegoro


Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

 
Dan bara kagum menjadi api

 
Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

 
MAJU

 
Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

 
Sekali berarti

Sudah itu mati

 
MAJU

 
Bagimu Negeri

Menyediakan api

 
Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditinda

 
Sungguhnpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

 
Maju.

Serbu.

Serang.

Terjang.

 
Chairil Anwar, Februari 1943  


Blog EntryAngkringanJun 25, '08 1:53 AM
for everyone

Angkringan

 

Jogjaku adalah angkringan

Jogjaku adalah pendapa tamansiswa

Jogjaku adalah pendopo

Jogjaku adalah kemegahan sang agung kraton

Jogjaku adalah tugu nol kilometer

Jogjaku adalah merapi tangga langit

Jogjaku adalah buih busa di pasir putih parang tritis

Jogjaku adalah angkringan dimana aku bisa lepas memandang

Dunia dari Jogjakarta

 

Jogja, Jln. Tamansiswa 1 juni 2008


atas permintaan seorang sahabat tulisan yang belum terselesaikan dan tanpa judul ini akhirnya aku posting juga, sekadar untuk berbagi kangen sama kawan-kawan di Jogja.

Bersama tiga orang sahabat

Angkringan adalah pilihan tepat

Mengangkat diri untuk berdebat

Menertawakan titah diri untuk martabat

Aktivitas sang aktivis yang kadang melarat

Bersama tiga sahabat

Angkringan adalah nafas kesatuan jiwa

Dalam Jogja untuk menguji nilai bangsa


Malam, 1 Juni 2008 In Jogja

Blog EntryTragedi Monas Jun 6, '08 9:33 PM
for everyone

Tragedi Monas

 

Tragedi Monas, Kekejaman Islam?

Benarkah? Islamkah? Jihadkah? Atas Nama Ilahi-kah?

 

Kita, menutup mata

Yang Kuasa memendam kasus

Yang Kuasa mengunci benci

Pecah karena dipelihara

 

Tangan Kuasa mandul

Tangan Kuasa hilang senjata

Tragedi kemanusiaa berkepanjangan

Ada Negara dalam Negara

Kita tahu

Tapi tutup indra

Pura-pura

 

 

Tragedi Monas, segelintir

Tragedi Semanggi, satu waktu

Tragedi Talangsari, mungkin hanya masa lalu

Tragedi Pembantaian PKI, hanya momok masa lalu

Tragedi Kedung Ombo, terlupakan

Targedi Operasi Mawar Kopasus, tertutup tabir

Tragedi Cinta anggota DPR, bualan media massa

Tragedi Moral Bangsa, tak terpikirkan penguasa

Tragedi Unas, kekejaman polisi busuk

 

Tragedi monas, kekejaman Islam?

Benarkah?

Mungkin hanya Sungokong atau dewa mabuk

Menyerang saudara sedarah dan seiman

Menumpahkan darah persaudaraan islam

Haram hukumnya......!

 

Entah, meraka

Mungkin Habib yang maha suci

Hakim hukum islam di muka bumi

Atau Syeh goblok yang tak paham hukum

 

Tragedi Monas, Ironi Bangsa

Benar, 100 Tahun Kebangkitan

100 Tahun Kemunduran

Peradaban

Kemanusiaan

 

Rama Prabu

Bandung, 7 Juni 2008


Blog Entry100 Tahun, Bangkit?May 19, '08 12:30 AM
for everyone

100 Tahun, Bangkit?

 

100 tahun kebangkitan Nasional

Kata mereka

100 tahun membangun bangsa

Kata mereka

100 tahun mengokohkan nasionalisme

Kata mereka

100 tahun penjajahan atas anak bangsa

Kata kita

100 tahun mengenyam kemiskinan dan lapar

Kata kita

100 tahun menanam menunggu panen

Kata kita

 

Petani, nelayan, buruh, kuli dan pengamen

Berkata beda

Pejabat, konglomerat, tentara dan polisi rakyat

Berkata beda

Mahasiswa, guru, pedagang

Berkata besa

 

100 tahun dengan bahasa yang beda

Sumpah Pemuda Indonesia

Satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air

Kini berubah makna

 

100 tahun kedepan baru kita merdeka

100 tahun kedepan baru kita sejahtera

100 tahun kedepan baru kita adil

100 tahun kedepan baru kita makmur

100 tahun kedepan baru kita menjadi Indonesia

 

Rama Prabu, 19 Mei 2008


Blog EntryUntuk Cina, Sungkawa!May 14, '08 10:20 PM
for everyone

Untuk Cina, Sungkawa!

 
Untuk Cina dinegeri Tirai Bambu

Yang berduka ditimpa gempa

15 ribu manusia menghadap Penguasa Alam

Menangis semua, kerabat dan sahabat

 
Untuk Cina yang sipit kedua matanya

Ini adalah pelajaran, ini adalah rintih doa

 
Untuk Cina dan untuk dunia

Gempa Cina, Tsunami Aceh, Badai Tornado Amerika, Badai Nargis Burma, Banjir disemua bangsa

Adalah jeda dan ujung sayap kehancuran dunia

Bukti yang tersaksi, kuasa Tuhan atas Manusia dan Alam

 
Untuk Cina, Indonesia turut berduka

Banyak darah Cina terlahir di bumi ini

Walau sekian “penjahat” bangsa berdarah sipit

Kita sungkawa atas hilangnya nyawa

 

Untuk Cina, buka hati dan mata

Jangan tolak cinta sesama

Kemanusiaan tak melihat ras dan kelompok

Pun bangsa

Kemanusiaan berbalut cinta

 

Rama Prabu, 15 Mei 2008


Blog EntrySajak Remy Silado (1)May 12, '08 3:08 AM
for everyone

LEBIH BAIK MATI MUDA

Jika usia menua kapan waktu

Dan aku tak berani menulis puisi

Dengan jendela yang dibuka lebar

Melihat kenyataan di luar rumah

Tentang kebusukan yang memerintah

Tentang kesemenaan yang berkuasa

Tentang korupsi yang memimpin

Tentang penindasan hak asasi

Lebih baik matu muda

 

Jika puisi berhenti berpijak

Pada keperkasaan hati nurani

Yang lahirkan kemauan mengasihi

Tapi hanya umpatan-umpatan kesumat

Dan pernyataan-pernyataan benci

Dan ungkapan-ungkapan palsu

Dan kalimat-kalimat marah

Dan sumpah-serapah culas

Lebih baik aku mati muda

 

Jika tiada lagi hakekat cinta

Yang mukim dalam hati manusia

Sebagai harta kekayaan rohani

Sebagai rahim dari sejati puisi

Apa guna memanjang-manjang usia

Tanpa memberi warisan pekerti

Kecuali hanya menggantang asap

Berharap yang kemarin kembali

Lebih baik aku mati muda

 

Jika puisi kehilangan kesungguhan

Dan tidak punya kepercayaan diri

Unttuk menyatakan cinta

Untuk menyatakan peduli

Untuk menyatakan hormat

Untuk menyatakan syukur

Untuk menyatakan maaf

Untuk menyatakan iba

Lebih baik aku mati muda

 

(1971,hal 3, Puisi Mbeling Remy Sylado)


Blog EntryDiammu Bertanda TanyaMay 12, '08 2:58 AM
for everyone

Diammu Bertanda Tanya


Diammu bertanda tanya

Bibir indah menyaksi tabik-tabik aku

Siang malam, tanpa henti

Pembicaraan tanpa arah, tanpa tujuan

 

Diammu bertanda tanya

Kenapa, kemana, akan disampaikan

Ribuan tanda, jutaan cinta

Yang pernah ku berikan

Padamu

 
Diamu, membuka tabir

Tirai-tirai dan sekat alam

Mencari sebuah jawaban

Akan cintaku padamu

 
Diamu bertanda tanya

Untuk apakah aku kau persunting

Untuk apa kau titipkan benih dirahim suci ini

Mengandung generasi? atau pemuas dimalam kelam

 
Diammu bertanda tanya

Kejujuran, kasih suci dan kepasrahan rahim

Kau hargai dengan apa?

 

Bandung, 12 Mei 2008


Blog EntrySajak Sapardi Djoko Damono (2)May 12, '08 2:39 AM
for everyone

Kuhentikan Hujan


Kuhentikan hujan. Kini matahari

merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan -

ada yang berdenyut

dalam diriku:

menembus tanah basah,

dendam yang dihamilkan hujan

dan cahaya matahari

 

Tak bisa kutolak matahari

memaksaku menciptakan bunga-bunga.

 

(Sapardi, 1980).


Blog EntrySajak 27May 6, '08 11:03 PM
for everyone

Sajak 27

 

Ini tanggal kelahiranku, 27 tahun yang lampau

7 Mei menjadi tanggal bersejarah bagi hidupku

Lebih dari Proklamasi dan Deklarasi apapun di dunia

Aku menjadi manusia

Seorang yang dengan gratis mengambil oksigen dari alam raya

 

Kelahiran, awal sebuah perjalanan

Ya….di dunia

Karena kematian yang dituju bukan juga akhir dari perjalanan

Lahir untuk batin

Lahir untuk kemanusiaan

Lahir untuk kebebasan

Lahir untuk penebusan dosa

 

Aku sering bertanya, hidup 27 tahu! angka seperempat abad lebih dua tahun

Aku menginjakan kaki di bumi, berlindung di dinding langit

Terkagum-kagum akan nikmat dan hikmah Tuhan

Telah berbuat apa untuk bumi? Untuk langit? Untuk kemanusiaan? Untuk kehidupan?

Untuk alam raya?

 

Ah, aku hanya bisa menarik nafas panjang

Aku hanya bisa meneguhkan dan memancang niat

Prinsipku aku harus menjadi yang terbaik bagi semua pertanyaan itu

Prinsipku aku tak akan biarkan jiwa dirampas oleh jiwa

Prinsipku adalah keteguhan hati untuk mengabdi pada nurani, pada akal sehat

Prinsipku adalah cinta yang tak berbatas bentuk dan ukuran untuk sesama

 

Umur 27 dari jatah waktu Tuhan yang Maha Rahasia dan Merahasiahkan

Telah mencatat baik dan buruk, telah menulis lurus dan bengkok

Telah berjalan dalam pedih dan kegembiraan , telah berlaku dalam lurusnya iman dan gelimang dosa

Semoga, kemunafikan dan nilai diri tak diukur dari harapan sorga

Tuhan sang pengadil tahu yang terbaik bagi aku

Kepasrahan jiwa, kepasrahan raga menjadi oase bagi kehidupan selanjutnya


Bandung, 7 Mei 2008

Rama Prabu


Blog EntrySajak Sapardi Djoko Damono (1)May 6, '08 5:40 AM
for everyone

SAJAK-SAJA EMPAT SEUNTAI

/1/

kukirim padamu beberapa patah kata

yang sudah langka....

jika suatu hari nanti mereka mencapaimu,

rahasiakan, sia-sia saja memahamiku.

/2/

ruangan yang ada dalam sepatah kata

ternyata mirip rumah kita:

ada gambar, bunyi, dan gerak-gerik di sana -

hanya saja kita diharamkan menafsirkannya.

/3/

bagi yang masih percaya pada kata:

diam pusat gejolaknya, padam inti kobarnya -

tapi kapan kita pernah memahami laut ?

memahami api yang tak hendak surut ?

/4/

apakah yang kita dapatkan di luar kata :

taman bunga ? ruang angkasa ?

d taman, begitu banyak yang tak tersampaikan

di angkasa, begitu hakiki makna kehampaan.

/5/

apa lagi yang bisa ditahan ? beberapa kata

bersikeras menerobos batas kenyataan -

setelah mencapai seberang, masihkah bermakna,

bagimu, segala yang ingin kusampaikan ?

/6/

dalam setiap kata yang kaubaca selalu ada

huruf yang hilang -

kelak kau pasti akan kembali menemukannya

di sela-sela kenangan penuh ilalang.

 

(Sapardi, 1989)


Blog EntryTanah Bumi Yang Tetirah Dari SorgaApr 24, '08 11:34 PM
for everyone

Tanah Bumi Yang Tetirah Dari Sorga

 

Sudah ingin ku katakan

Sejak pertemuan pertama itu

Disudut cafe, Kuta Bali

Ketika perjalanan baru mulai dilangkahkan

 
Diamku karena diam kamu.

Membeku, termangu tanpa menunggu

Menyampaikan hal terindah

Untukmu

Putri Maha Dewa, dari tanah bumi yang tetirah dari sorga

 
Aku, takan lagi pendam beku jiwa

Biar musim berganti dan bertambah

Mata hati, mata lahir dan mata kaki. Disini…!

Berdiri, berlari secepat diri mengejar bayangmu yang terus menjauh didepan

Hanya untuk katakan

 
“maaf atas kejadian tadi malam’

 
Jiwamu telah menjadi jiwaku

Darah bumi telah terlanjur masuk untukku

Tak ada penyesalan untuk penyelesaian

Cinta, untuk tanah para dewa.

 
Rama Prabu

Bandung, 25 April 2008


Blog EntryAnak Asu KuliahMar 13, '08 12:16 AM
for everyone

Anak Asu Kuliah

Anak asu kuliah di tempat akeh asu

Anak bagong kuliah ditengah manusia bagong

Anak monyet kuliah di hutan monyet

Anak dewa kuliah di khayangan

Anak pejabat kuliah di Universitas Indonesia

Anak koruptor kuliah di Indonesia Universitas

Anak penjahat kuliah di LP Nusakambangan

 

Haaaaa……dasar anak asu! Tetap asu biar tajir.

 

Rama Prabu

Bandung, 13 Maret 2008

Tulisan ini terinsfirasi dari kunjungan Kalla ke UI dan melihat mereka yang tajir disana.


Blog EntryLintangMar 3, '08 3:41 AM
for everyone

Lintang

 
Menatap sendu pagi itu

Cantikmu dipandanganku

Bening bersama tetes embun

Bidadari berselendang putih

Lintang ditatap teduhmu

Ku rangkaikan kata untukmu

 

Senyummu getarkan rasa ini

Merona dihalus putih kulitmu

Lintang panggilanmu

Berharap cinta gadis desaku

Cantik pribadi luluhkan hati sang pangeran

 

Lintang

Namamu indah

Bersinarlah bersama pagi cerah

Tebarkan senyum tersimpul kasih

Gerak dilentik jemarimu

Dikesederhanaan balut tubuhmu

Lintang

Puja jiwaku

Tentramkan batin ini

 

Ciamis, 20 Januari 06

Tulisan ini dibuat jauh hari sebelum anaku lahir yang akhirnya diberi nama Lintang Ayu Sastraningrum. Tulisan ini diambil dari Kumpulan buku Sajak LoveCode sebagai hadiah pernikahan aku dengan mantan pacarku (istriku).


Blog EntryBerkunjung ke NirwanaMar 3, '08 3:31 AM
for everyone

Berkunjung ke Nirwana

 
Seputih salju, sehitam tinta

Hadirmu ditatap mataku

Hadirmu diruang dalam

Diranjang-ranjang kehidupan

Kau seperti mutiara dalam asuhan kerang keindahan

Kau hadir ketika ku inginkan

Menari, membelai

Seperi hadirmu diranjang-ranjang kemesraan

 

Mutiara nan elok kau duduk sendiri

Dipangkuan dewa asmara

Kau tentram tak menolak

Ketika sepasang tangan meremas jari-jemari

Lentik kecil berbulu roma

Membelai, meraba tanpa rontaan

Tanpa teriakan

Hanya desah dan napas yang saling memburu

Bersama kicau burung nirwana

Kau kalungkan selendang didekapan

Sang dewa

Bersama berkunjung ke nirwana keabadian

 

Jogja indah, 09 Januari’05


Blog EntryJinggaFeb 27, '08 11:26 PM
for everyone

Jingga


Jingga, kuning langsat raut wajahmu

Yang tertatap tadi malam menjelang

Kau lupa menutup pintu

Hingga pagi membuka diri sendiri

 

Jingga, malam-malam ini salju tak turun

Tak temani, tak menyaksikan pena ini mulai kugoreskan kembali

Mengenang…..darah dan air mata

Lama tersimpan, enggan terbuka


Jingga, kuning langsat raut wajahmu

Memanggil kembali sepucuk surat

Ditulis dengan darah dan air mata

Tanpa doa tanpa salju

 

Rama Prabu

Bandung, 28 February 2008


Blog EntryMenyaksikanFeb 14, '08 2:07 AM
for everyone

Menyaksikan

 
Sebentar ia kau genggam

Sekejap kau cium

Sepatah kau cinta

Gadis……! dalam lipatan tangan

Malam ini

Perempuan di sisi hitam-putih

 
Gengaman, cium dan cinta

Menyaksikan sebuah penghianatan

 
Bandung, 14 February 2008

Rama Prabu


Blog EntryHitutFeb 13, '08 9:13 PM
for everyone
Aya nu ngirim tutulisan tentang hitut (kentut), mudah-mudahan urang bisa seuri kusabab seuri teh sehat. Lain kitu?

Jalma jujur
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut

Jalma teu Jujur
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur

Jalma belegug
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana

Jalma nu berwawasan
Jalma nu apal iraha kuduna hitut

Jalma nu Misterius
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun

Jalma nu sok gugup
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut

Jalma nu Percaya Diri
Jalma nu yakin yen hitutna seungit

Jalma nu Sadis
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeun
ka irung batur

Jalma nu Isinan
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan

Jalma nu Strategic
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna

Jalma nu Bodo
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar

Jalma nu Pedit
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada
tit..tit..tit. ..

Jalma nu Sombong
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan

Jalma nu ramah
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur

Jalma nu tara gaul
Mun hitut sok bari nyumput

Jalma nu Sakti
Mun hitut bari make tanaga dalem

Jalma nu pinter

Jalma nu nyirian hitut batur

Jalma nu sial
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna. ..

Note:
Kanggo anu tos maca, mangga direnungkeun ku diri nyalira
kinten-kintenna ngagaduhan sipat jalmi numana tah..?


Blog EntryAku Adalah Langit Sisa Kisah CintaFeb 11, '08 3:06 AM
for everyone

Aku Adalah Langit Sisa Kisah Cinta

 

Aku adalah langit tanpa awan

Bingkai-bingkai memutih itu sirna

Senyap gelap

 

Aku adalah sisa-sisa tangkai yang kau patahkan

Dengan runcing diujung-ujungku memaku

Tangan-tangan manusia

 

Aku adalah kisah cinta hanya dilema

Tanpa nyanyian, tanpa sepucuk surat cinta

Kesendirian, penantian

Perjalanan ini segera menepi

 

Aku adalah sonar jiwa

Dari perut hiu-hiu putih yang kembali sirna

Karena senyap gelap

 

Aku adalah langit sisa kisah cinta

Yang sendiriri, kesepian

 

Bandung, 15 Agustus 2007

Rama Prabu


Blog EntryRaja Atas Diriku SendiriFeb 11, '08 2:34 AM
for everyone

Raja Atas Diriku Sendiri

 

Kututup kedua mata ini, bukan dengan tangan tapi dengan hati

Kubuka semua jendela hati  dan kubiarkan namamu hadir disini

Di singgasana, ditahta yang telah lama ku ukir dari darah dan tulang

Agar kau nyaman jadi permaisuriku

 

Ku kan relakan raga ini, jiwa ini, darah dan nafas-nafas ini

Menjagamu disiang dan malam

Dari  kerling mata-mata nakal, dan siul menggoda

Dari rakyat, prajurit dan punggawa-punggawaku

 

Ku tutup kedua mata ini, bukan dengan tangan tapi dengan hati

Agar kau nyaman jadi permaisuriku

Dari aku yang seorang raja dari segala raja

Raja atas diriku sendiri

 

Bandung, 11 Februari 2008

Rama Prabu


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help